• Profesionalisme Broker Properti, Kunci "Memenangkan Hati Konsumen"

  • Sabtu 11 April 2020, 02:11 WIB
  • Profesionalisme seorang broker properti, itulah yang pada akhirnya membedakan dirinya dengan “CALO PROPERTI”.  Dimana bentuk dari profesionalisme diri seorang broker mesti di tunjukan pada saat dirinya melayani konsumen.

    Konsep melayani dalam bekerja itulah yang pada akhirnya akan membuat kedua belah pihak yang menjadi klien dari seorang broker properti menjadi nyaman bekerja sama dengan dirinya. Kenapa,  karena sesuai dengan kode etik seorang broker properti bahwa dirinya mesti berlaku adil terhadap kedua belah pihak yang bekerjasama dengan dirinya.

    Sejak awal memproklamirkan dirinya menjadi seorang broker properti. Memang sejatinya seorang yang menganggap dirinya  broker properti profesional sudah   harus tahu memposisikan dirinya pada saat bekerja.  Perannya sebagai perantara dalam bisnis properti memang tidak lah ringan. Dirinya harus bisa mempresentasikan dirinya sebagai pihak yang mewakili konsumen yang memiliki produk. Dalam kaitan ini maka seorang  broker properti mesti  menguasai produk knowledge dari produk yang di jualnnya. Tanpa itu semua, mustahil seorang broker mampu men-deal-kan sebuah proyek properti yang di titipkan kepadanya.Begitupula ketika dirinya menjadi wakil dari konsumen yang akan membeli properti.  Kedudukan dirinya harus bisa meyakinkan  pihak pemilik properti bahwa dirinya adalah pihak yang tepat untuk mendapatkan properti tersebut. Sehingga proses tawar menawar dengan pemilik properti bukan semata agar dirinya bisa mendapatkan “komisi atau fee” dari tugasnya. Tetapi lebih dari itu, proses tawar menawar  yang dilakukannya adalah untuk membuat kondisinya menjadi FAIR.  Karena dengan terjadinya deal secara fair, maka disitulah sebenarnya peran utama seorang broker properti dianggap profesional.

    Memang tidak mudah untuk menjadi seorang broker properti profesional. Tetapi  bukan juga sulit untuk bisa menjadi profesional. Karena semuanya ada di tangan sang broker  itu sendiri. Setidaknya untuk bisa menjadi profesional dalam bekerja, ada beberapa point atau hal yang mesti di penuhi oleh seorang broker properti :

    • Seorang broker properti sudah mesti tahu tugas dan tanggungjawabnya. Baik yang berhubungan dengan pemilik properti ataupun yang berhubungan dengan pembeli properti.
    • Seorang broker properti harus menguasai produk knowledge dari produk yang di jualnya. Dengan menguasai dengan baik maka hal itu akan mempermudah komunikasi yang terjadi dengan calon pembeli.
    • Seorang broker properti mesti memposisikan dirinya sebagai seorang konsultan properti. Dimana hakekat seorang konsultan adalah, dirinya harus bisa memberikan konsul atau pemahaman yang benar  tentang objek yang akan di transaksikannya. Termasuk juga menjelaskan  beberapa hal yang mendukung terciptanya komunikasi bisnis yang  baik diantara kedua belah pihak.

     Dengan semua hal yang telah di jelaskan diatas, maka seorang broker properti akan lebih mudah menjalankan komunikasi bisnisnya dengan kedua belah pihak.  Hal itu sejalan dengan kode etik profesi yang menjadi panutannya diantaranya seperti berikut :

    • Professional broker properti dianjurkan mengikuti perkembangan hukum, peraturan, perundangan, peraturan pemerintah, dan kecenderungan aktual pasar properti, sehingga dapat memberi informasi yang tepat kepada pihak yang dilayaninya.
    • Untuk mencegah terjadinya salah pengertian dan untuk menjamin adanya pelayanan yang lebih baik kepada pemilik properti, marketing disarankan melakukan exclusive listingatau setidaknya memiliki dasar perjanjian yang jelas dengan pihak penjual properti.
    • Professional broker properti diwajibkan memberi ipelayanan professional dan dilarang terlibat dalam persengkongkolan yang merugikan salah satu pihak.

    Itulah profesi seorang broker properti. Perannya yang bisa di katakan  tidak mudah pada akhirnya bisa menjadi jembatan yang baik diantara kedua belah pihak.  Karena jenis profesi satu ini memang kental dengan unsur saling percaya. Ketika rasa percaya itu sudah ada diantara pihak-pihak yang melakukan transaksi maka sudah pasti semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar. Namun sebaliknya ketika rasa saling percaya  itu belum muncul atau tidak ada diantara ketiga, mustahil transaksi yang terjadi akan bersifat fair.

    Jadi ketika bicara soal profesionalisme di kalangan broker properti tidaklah sulit untuk mewujudkannya. Kuncinya hanya satu seorang broker properti harus bisa menempatkan dirinya di tengah-tengah atau sebagai perantara. Dan untuk bisa menjadi perantara  yang baik salah satu kuncinya adalah dirinya  harus bersikap jujur dan bisa di percaya. Itulah

     


Trend Baru: Milenial Mencari Tempat Tinggal Melalui Gawai
Jualan Property Online Vs Pemasaran Konvensional
Tips Membeli Hunian Bersubsidi
  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Kontak
  • FAQ
  • Kebijakan & Privasi
  • DOWNLOAD STAR HOME APPS